Home >> Pulsa elektrik Murah >> Sejarah Perkembangan Telepon Seluler

Sejarah Perkembangan Telepon Seluler

Telepon seluler (ponsel) di zaman modern perkembangan teknologinya sangat cepat. Berbagai merk menawarkan fitur dan layanan didalamnya untuk mempermudah komonikasi dan pekerjaan. Harga telepon seluler juga bervariasi, mulai dari yang murah sampai harga puluhan juta. Pada dasarnya alat komunikasi ini dikembangkan agar mudah di bawa kemana-mana (portabel / mobile). Seiring teknologi yang berkembang munculah smartphone dengan berkembangnya teknologi internet. Tidak hanya sebagai alat komunikasi saja, tetapi juga sebagai alat yang mempermudah pekerjaan sehari-hari.

Sejarah Telepon Seluler

sumber : https://pti2016genap.wordpress.com/

Martin Cooper salah satu pegawai Motorola pada tanggal 03 April 1973 telah menemukan telepon genggam atau telepon seluler. Sebenarnya penemu telepon seluler tidaklah Martin Cooper sendiri, Martin Cooper lah yang memiliki ide membuat alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana (portabel / mobile) Akhirnya ide ini dikerjakan oleh salah satu divisi Motorola bersama Martin Cooper.

Martin Cooper dengan tim Motorola menghadapi tantangan yang sulit, yaitu bagaimana caranya memasukkan komponen elektronik ke dalam sebuah alat kecil supaya mudah di bawa oleh tangan. Akhirnya tantangan ini terpecahkan dengan menyelesaikan telepon genggam pertama dengan model DynaTAC. Telepon seluler ini memiliki berat dua kilogram dan dibandrol harga US $4 ribu (Rp. 36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Sebelumnya dunia komunikasi seluler sudah memiliki orang yang berjasa yaitu Amos Joel Jr, kelahiran Philadelphia, 12 Maret 1918. Amos Joel Jr adalah pakar bidang switching. Ia memulai karier dari Juli 1940 sampai Maret 1983 di Bell Telephone Laboratories hingga menerima lebih dari 70 paten Amerika dalam bidang komunikasi salah satunya bidang switching.

Perkembangan Telepon Seluler

sumber : https://www.soloposfm.com/

Motorola DynaTAC 8000x (1983)

Telepon Seluler pertama yang dirilis dipasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x dengan spesifikasi bodi besar dan berat sekitar 2 kilogram. Fitur yang dimiliki adalah hanya bisa menerima dan melakukan panggilan karena masih terbatasnya jaringan seluler. Saat itu jaringan yang ada adalah Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau 1G. Kekuatan ponsel sekitar satu jam dalam kondisi panggilan dan dalam kondisi stanby bisa bertahan sampai delapan jam.

Motorola MicroTAC 9800x (1989)

Motorola 6 tahun berikutnya meluncurkan ponsel MicroTAC 9800x dengan spesifikasi lebih ringan dari Motorola DynaTAC sehingga Motorola MicroTAC 9800x lebih nyaman digunakan untuk mobile karena dari sisi bentuknya juga lebih kecil.

IBM Simon (1993)

IBM baru pertama kali merilis sebuah ponsel cerdas (smartphone) dengan nama Simon. Pada smartphone ini terdapat fitur kalender, buku alamat, world clock, kalkulator, notepad, e-mail dan game. Bahkan smartphone ini sudah memiliki layar touch screen. BellSouth meluncurkan kepasaran pada tahun 1994.

Nokia 9000 (1996)

Nokia 9000 pada saat itu sangat populer. Dari bentuknya tidak jauh beda dari bentuk ponsel sebelumnya. Ukuran besar dan tebal dengan antena pendek.

Telco AT&T (1997)

Ponsel dengan bentuk masih sama dengan ponsel-ponsel sebelumnya. Namun, ponsel ini tidak memiliki antena sehingga bentuknya tampak lebih baik.

Nokia 5110 (1998)

Nokia masih merajai kembali ditahun itu. Sayangnya, bentuk ponsel masih memiliki antena. Meskipun model tidak ada perkembangan, pada chasing ponsel ini mengalami perkembangan dengan varian warna.

Nokia 3210 (1999)

Nokia 3210 awal diperkenalkan ponsel baru dengan ukuran kecil dengan antena di dalam. Fitur layar juga menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Motorola (2000)

Motorola kembali merilis ponsel dengan layar sentuh yang lebih modern. Tetapi layar ponsel Motorola masih hitam putih. Ponsel layar sentuh saat itu menjadi sangat populer.

Nokia 8250 (2001)

Nokia 8250 kembali memperkenalkan teknologi baru ponsel, yaitu layar monochrome. Selain itu bentuk yang dimilikinya ramping dan dan kecil tanpa antena.

Nokia 7650 (2002)

Di tahun 2002 masih dengan perkembangan Nokia. Ponsel dengan layar berwarna di dukung kamera membuat ponsel satu ini laris dipasaran. Ponsel dengan kamera diawali oleh Nokia 7650, bentuknya juga berkembang dengan model slidding, spesifikasi kamera 0.3 MP dengan layar berwarna.

Samsung S300 (2003)

Dari Asia juga tidak kalah dengan Eropa. Ponsel yang biasanya memiliki satu layar, di Samsung S300 memiliki dua layar yang berada di dalam dan diluar dengan model flip. Layar dalam memiliki fungsi seperti layar ponsel pada umumnya. Sedangkan layar luar atau layar depen memiliki fungsi layar jam digital dan untuk pesan dan panggilan masuk.

Motorola V3 (2004)

Motorola terus mengembangkan teknologinya dengan merilis Motorola V3. Ponsel tipis dan ramping, bentuknya flip dengan dua layar juga, serta memiliki kamera VGA dan fitur-fitur lainnya didalamnya.

Sony W800i (2005)

sumber : https://www.soloposfm.com/

Fitur baru pada ponsel Sony W800i disambut gembira oleh para pecinta musik. Ponsel Sony W800i memiliki fitur walkman, yaitu fitur untuk memutar lagu. Pengguna bisa menambahkan album musik kesukaan mereka, dan disimpan dalam ponsel Sony W800i. Album musik yang telah disimpan kemudian bisa diputar dimanapun berada dengan mudah.

LG Chocolate (2006)

Tidak hanya fitur di dalam ponsel saja yang banyak disukai oleh pengguna Telepon Seluler. Tetapi, aksesoris yang keren juga trending pada saat itu. Desain ponsel yang kece dan kekinian menjadi ajang bergaya dan sangat digemari oleh anak-anak muda.

iPhone (2007)

Perusahaan Applemengenalkan pertama kali ponsel dengan sistem operasi iOS. Pada ponsel ini sudah memiliki teknologi canggih dengan layar sentuh dan banyak aplikasi didalamnya. iPhone atau iOS saat itu adalah ponsel mahal, dan hingga hari inipun iPhone juga masih tetap mahal.

QWERTY (2008)

QWERTY adalah ponsel dengan layar lebar karena ponsel satu ini berfungsi juga sebagai alat untuk melakukan pekerjaan seperti laptop. QWERTY saat itu adalah HTC G1 dengan layar lebar dan dengan sistem operasi android.

Motorola Milestone (2009)

Motorola Milestone masih hadir dengan teknologi QWERTY dengan tambahan layar sentuh dan mempunyai resolusi tinggi dan tajam. Sistem operasi menggunakan OS Android, dan didalamnya ada fitur-fitur yang canggih untuk mendukung melakukan pekerjaan.

Motorola Backflip (2010)

Motorola Backflip memiliki desain seperti batu bata, namun lebih ramping dan ringan. Keistimewaan ponsel ini, layar bisa diputar kebelakang agar penggunaan layar sentuh menjadi lebih mudah.

Samsung Galaxy S II (2011)

Samsung Galaxy S II saat itu merajai ponsel dengan fitur layar sentuh, kamera 8 MP, layar AMOLED, OS Android, mendukung untuk internet, Telepon dan GPS.

Nokia Lumia 800 (2012)

Nokia Lumia 800 dengan sistem operasi Windows 7 Mobile Edition. Ponsel ini juga sangat mendukung untuk melakukan pekerjaan karena operasinya seperti komputer.

Tahun 2015 hingga sekarang, ponsel mengalami metamorfosis dengan teknologi canggih dengan desain yang simpel. Sistem 4G memberikan pengguna ponsel dengan kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game online , dll.

.

sumber : https://www.wowkeren.com/

Saat ini juga sudah ditemukan 5G yang sudah digunakan di negara-negara maju seperti Eropa, Jepang, Amerika Serikat. Pastinya sistem 5G memiliki kelebihan di atas 4G. Di Indonesia masih belum menggunakan 5G karena perlengkapan pendukung sistem ini belum memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.