Home >> Listrik Prabayar dan PPOB >> LISTRIK PRABYAR BUNYI TERUS

LISTRIK PRABYAR BUNYI TERUS

kwh habis

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang kita lakukan dengan menggunakan listrik ini.Semua semakin dimudahkan dengan adanya listrik. Bisa dibilang sistem kelistrikan di Indonesia telah mengalami banyak kemajuan yang cukup signifikan. Selain sistem administrasi yang terpusat dan online saat ini kita sudah menggunakan meteran listrik dengan sistem prabayar/token.

Keuntungan dari meteran listrik prabayat/token ini adalah, pengguna bisa mengontrol penggunaan listrik sendiri dan tidak bergantung kepada petugas yang mengecek ke lapangan sehingga bisa menghindari penipuan ataupun tagihan listrik yang membengkak tanpa alasan jelas.

Sementara dari sisi PLN sebagai penyedia listrik juga diuntungkan dengan tidak ada lagi resiko pengguna listrik yang melakukan tunggakan pembayaran.

Namun ada beberapa hal yang mungkin pelanggan listrik pra bayar ini merasa terganggu, yakni ketika meteran listrik mengeluarkan bunyi, niit…niiit…niit..,bagi anda yang rumahnya sudah menggunakan meteran PLN prabayar dengan sistem token listrik yang dimana kalau pulsa anda menyentuh dibawah 20kwh maka alarm akan berbunyi.

Ketika ada trouble, jangan sekali-kali cover di lepas. Karena apabila dilepas sembarangan, maka akan terjadi loss tegangan yang berakibat KWh Meter Prabayar itu tidak akan berfungsi. Karena berfungsi sebagai pengaman tegangan, maka ketika kita buka atau mengubahnya menjadi terbuka, Microcontroller tidak bisa mengalirkan tegangan keluaran. Itu dikarenakan tegangan netral dari “SHUNT” tidak bisa terdeteksi oleh Microcontroller dan membuatnya error. Untuk menyalakannya kembali, harus dimasukkan kode Clear Temper oleh petugas PLN.

clear tamper

 

Bagi yang sudah menggunakan Listrik dengan sistem token tentunya sudah tidak asing dengan bunyi niiit..niit.niit pada KWH Meteran Token. Bunyi indah buzzer akan terdengar jika stock listrik (KWH) sudah menipis. Fungsi utamanya adalah warning kepada penghuni rumah (pelanggan) agar segera membeli pulsa atau token jika tidak ingin rumahnya gelap gulita tanpa listrik. Ternyata bunyi meteran tersebut bisa dimatikan tanpa kita mengisi pulsa, Cara Mematiakn Alarm Token Listrik bisa dilakukan dengan memasukkan kode pada tombol meteran listrik.Bahkan anda bisa mengatur sendiri batas bawah KWh agar alram itu mulai berbunyi. perlu anda ketahui bahwasanya setiap merk meteran biasanya memiliki cara yang berbeda-beda.

hemat listrik

Berikut cara mematikan alarm meteran listrik merk Actaris / Itron
Sebagai contoh saya akan merubah batas limit nya pada angka 10kwh, jadi nanti ketika kwh tinggal 10 maka alarm nya baru berbunyi, caranya mudah seperti anda memasukan token. Caranya adalah dengan menekan tombol angka 456 kemudian dibelakangnya ditambahi angka yang kita inginkan untuk menjadi batas limitnya, misal disini saya akan mensetting batas limitnya pada angka 10 maka tombolnya adalah 45610 kemudian tekan ENTER.456 adalah tombol perintahnya10 adalah batas limitnya Artinya jika nanti sisa kwh listrik anda tinggal 10 maka alarm listrik berbunyi.Angka batas limitnya bisa anda sesuaikan dengan keinginan anda sendiri misal 15, 08, 05 atau 03.Selain merubah atau mensetting batas limit meteran listrik, anda juga bisa mematikan atau menonaktifkan alarm listrik anda dengan menekan tombol 812 kemudian ENTER, maka alarm meteran listrik akan mati. Untuk cara mematikan alarm listrik ini sebaiknya tidak anda lakukan, cukup sebagai pengetahuan saja, karena apa…? jika anda mematikan alrm nya nanti yang repot juga anda sendiri kalau tiba-tiba listrik padam saat kwh nya habis karena alrm nya tidak berbunyi.

Demikian salah satu cara menghentikan dan mengatur suara alram pada meteran listrik pra bayar merk actaris/Itron, Semoga bermanfaat sehingga aktifitas anda dirumah bisa nyaman tanpa gangguan suara dari meteran listrik pra bayar.

 

Comments

comments

One comment

  1. Terima Kasih informasinya sangat membantu sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *