Home >> Wisata >> Kawah Ijen Yang Menakjubkan

Kawah Ijen Yang Menakjubkan

Kawah Ijen menjadi spot menarik yang menjadi perhatian banyak orang karena memiliki pemandangan alam yang indah dan menjadi aktivitas pencaharian masyarakat sekitar setiap harinya. Kawah Ijen merupakan kawah gunung berapi dari Gunung Ijen yang lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung dengan ketinggian 2.386 mdpl ini terakhir pernah meletus pada tahun 1936. Dan Gunung Ijen menjadi salah satu gunung yang sering menjadi tujuan para pendaki gunung karena di Kawah Ijen ada fenomena alam yang menakjubkan yaitu pemandangan blue fire (api biru).

Kawah Ijen memiliki luas 20 km persegi dengan dikelilingi dinding kaldera setinggi sekitar 300 hingga 500 meter. Sedangkan suhu Kawah Ijen mencapai 200 derajat celcius dengan keasaman mendekati angka 0 sehingga sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Namun, untuk menikmati keindahan alam Kawah Ijen para pengunjung harus berada pada jarak tertentu dengan menggunakan masker agar tidak membahayakan pernafasan. Selain itu pengunjung saat berada di Kawah Ijen juga harus membalut tubuhnya dengan pakaian hangat karena suhu di sana mencapai 2 derajat celcius.

Bagi para pengunjung jika ingin mendaki atau berwisata ke Kawah Ijen sebaiknya di saat musim kemarau atau sekitar bulan Juli sampai September. Di musim kemarau medan pendakian akan lebih mudah untuk dilewati daripada di saat musim hujan. Kemudian di musim kemarau pemandangan di Gunung Ijen juga tampak indah dibandingkan saat di musim hujan yang sering tertutp oleh kabut. Di Kawah Ijen ada 4 daya tarik yang banyak pengunjung ingin datang ke sana. Apa saja daya tarik itu ? Selengkapnya akan kami bahas di bawah ini.

4 Daya Tarik Kawah Ijen

Blue Fire (Api Biru)

sumber : https://blog.jadipergi.com/

Fenomena alam berupa api biru yang ada di Kawah Ijen ini terjadi akibat dari reaksi gas bumi saat bertemu dengan oksigen pada tingkatan suhu tertentu. Sehingga reaksi ini menghasilkan sebuah fenomena alam yang menakjubkan berupa api yang berwarna biru. Hal ini menjadi salah satu daya tarik para pengunjung domestik dan mancanegara datang untuk melihat fenomena alam ini.

Namun, untuk melihat fenomena api biru di Kawah Ijen para pengunjung harus berada di Kawah Ijen pada jam antara 02.00-04.00 WIB karena kejadian ini berlangsung di waktu itu. Fenomena alam yang menakjubkan ini mungkin sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi baru tahun 1950 ditemukan oleh penambang batu belerang dan di 2014 fenomena ini baru menyebar di khlayak umum. Keberadaan fenomena alam api biru ini di dunia hanya ada di dua tempat, pertama di Islandia dan yang kedua di Kawah Ijen. Setelah menikmati pemandangan yang memukau api biru para pengunjung bisa menikmati pemandangan sunris dari Kawah Ijen dan ketika langit sudah cerah maka pemandangan Kawah Ijen yang berwarna hijau toska ini akan terlihat seperti danau.

Penambangan Belerang Unik

sumber : https://klikjatim.com/

Kekayaan alam Gunung Ijen menjadi salah satu pencaharian masyarakat sekitar dengan menjadi penambang batu belerang. Penambangan belerang secara tradisional ini hanya ada di dua tempat di Indonesia, yaitu di Gunung Welirang dan di Kawah Ijen. Penambangan belerang ini cukup berbahaya karena tidak dilakukan menggunakan alat canggih, hanya menggunakan alat sederhana seperti linggis.

Para penambang turun mendekati ke kawah mengambil batangan belerang yang sudah mengering dan mengangkutnya dengan dua keranjang yang terbuat dari bambu. Setiap beban yang dipikul oleh penambang belerang ini sekitar 80 hingga 100 kg. Luar biasanya para penambang ini harus mengankat beban ini untuk dibawa ketempat pengumpulan sejauh 3 km dengan medan yang naik turun. Pekerjaan berat ini membuat para penambang dalam satu hari hanya dibolehkan mengangkut dua kali saja.

Tempat pengunpulan belerang ini sudah ada sejak zaman penjajahan yang dibuat oleh Belanda yang bernama Pos Bundar. Bangunan tua peninggalan Belanda ini sangat bermanfaat bagi para penambang belerang hingga saat ini. Para penambang akan mendapatkan upah sesuai dengan berat belerang yang mereka bawa. Uniknya kawasan wisata ini tidak terganggu dengan adanya penambang belerang ini, justru keberadaan penambang belerang ini menambah pemandangan Kawah Ijen tampak eksotik dan memukau.

Perkebunan Kopi

sumber : http://geopark-ijen.jatimprov.go.id/

Jika berwisata ke Kawah Ijen tidak lengkap jika belum mengunjungi perkebunan kopi di sekitar kawasan Ijen. Perkebunan kopi ini sudah ada sejak penjajahan Belanda yang dibangun oleh Belanda. Saat ini perkebunan kopi ini dikelola oleh PTP Nusantara. Nama agrowisata kopi ini bernama Jampit, di area perkebunan kopi ini juga memiliki lokasi dengan keindahan alam yang indah. Selain itu keramahtamahan masyarakat sekitar perkebunan ini membuat para pengunjung nyaman untuk menikmati keindahan alamnya.

Di kawasan agrowisata kopi ini ada sebuah bangunan tua yang dibangun sejak tahun 1927 yang dulunya merupakan rumah dari keluarga Belanda yang mengelola perkebunan kopi. Di kawasan wisata ini para pengunjung bisa melihat proses pembuatan kopi dari mulai memetik buah kopi hingga proses pengolahan kopi yang memiliki citarasa yang tinggi. Kopi yang dihasilkan di agrowisata ini berjenis kopi Arabica yang hanya bisa hidup didataran tinggi dengan suhu yang dingin. Kehangatan kopi dengan menikmati keindahan alam sekitar memang menjadi suasana yang menyenangkan.

Oleh-oleh Khas Kawah Ijen

sumber : http://www.banyuwangibagus.com/

Tidak lengkap rasanya jika berwisata dimanapun ketika mau melakukan perjalanan pulang tidak membawa oleh-oleh untuk orang di rumah. Nah, di Kawah Ijen juga menyediakan oleh-oleh berupa suvenir yang bisa mengingatkan para pengunjung saat mengunjungi Kawah Ijen. Sehingga timbul rasa rindu ingin kembali melihat keindahan alam Kawah Ijen ada dalam benak para pengunjung.

Untuk mendapatkan suvenir khas Kawah Ijen para pengunjung bisa mampir di Pos Paltuding. Di sana terdapat beberapa warung sederhana yang menawarkan makanan dan minuman hangat yang biasa digunakan untuk istirahat oleh para penambang belerang. Tetapi di deretan warung ini ada salah satu warung yang menjual suvenir berupa miniatur keranjang kecil yang terbuat dari bambu seperti keranjang aslinya dengan hiasan di dalam keranjang yang berupa bongkahan belerang seperti aslinya.

Rute Menuju Kawah Ijen Dari Kabupaten Bondowoso

Rute menuju wisata kawah ijen dari kabupaten Bondowoso bisa dimulai dari daerah Wonosari kemudian menuju daerah sempol. Setelah sampai di daerah Sempol para pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Paltuding. Medan untuk menuju Paltuding cukup nyaman jalannya dan untuk sampai ke Paltuding bisa juga dilalui menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Meskipun agak jauh jarak dari Situbondo ke Paltuding, namun jalur ini jalannya mulus sehingga perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Sambil menuju Paltuding pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekitar kawasan Ijen yang berupa hutan pinus dan perkebunan kopi yang cukup indah dan mempesona. Nah, bagaimana menurut kamu tentang gambaran singkat tentang keindahan alam Kawah Ijen ? Ingin travelling ke sana, ayo siapkan perbekalan yang cukup dan stamina yang prima supaya perjalanan kesana bisa dilalui dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.